Menjelang panen, banyak pembudidaya ikan air tawar mulai mengurangi pakan, menyiapkan jaring, dan mengatur jadwal pengepul. Di tengah kesibukan itu, pertanyaan klasik muncul lagi: perlukah probiotik tetap diberikan satu hingga dua minggu sebelum panen? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak, karena bergantung pada kualitas air, kesehatan ikan, dan tujuan pascapanen.
Apa yang Terjadi pada Air Kolam Menjelang Panen
Menjelang panen, biomassa ikan berada di puncak. Konsumsi pakan harian bisa mencapai 3-5% dari bobot total, dan sekitar 25-30% pakan berakhir sebagai sisa serta feses. Akibatnya, akumulasi bahan organik, amonia (NH₃), dan nitrit (NO₂⁻) meningkat cepat. Pada kondisi ini, bakteri heterotrof dan nitrifikasi alami sering kewalahan, terutama bila aerasi terbatas.
Probiotik bekerja dengan menambah populasi bakteri menguntungkan, misalnya Bacillus subtilis, Bacillus licheniformis, dan Lactobacillus sp. Bakteri ini mengurai bahan organik, menekan pertumbuhan patogen seperti Aeromonas hydrophila, dan membantu konversi nitrogen. Jadi secara logika, semakin padat kolam, semakin besar manfaat probiotik—termasuk saat panen.
Kapan Probiotik Sebaiknya Dilanjutkan
Probiotik tetap dianjurkan bila memenuhi kondisi berikut:
- Padat tebar tinggi, misalnya lele 200-400 ekor/m² atau nila 50-100 ekor/m³.
- Air kolam keruh, berbau, atau nilai amonia di atas 0,5 mg/L.
- Ikan akan dijual hidup atau dipindahkan ke kolam lain setelah panen.
- Sistem bioflok atau intensif yang bergantung pada komunitas bakteri.
Dosis praktis: campurkan probiotik 5-10 mL/m³ air (atau 2-3 g/m³ untuk produk bubuk) dan molase 10-20 g/m³ sebagai sumber karbon. Aplikasikan setiap 3-4 hari pada pagi hari, saat oksigen terlarut masih tinggi. Hindari pemberian bersamaan dengan desinfektan atau kapur dosis tinggi karena dapat membunuh bakteri.
Kapan Boleh Dihentikan
Jika ikan akan dipanen total dalam 3-5 hari, kualitas air stabil (amonia <0,1 mg/L, DO >4 mg/L), dan tidak ada tanda penyakit, pemberian probiotik bisa dihentikan. Alasannya, efektivitas probiotik butuh waktu 3-7 hari untuk terlihat, sehingga aplikasi terlalu dekat dengan panen hanya membuang biaya. Selain itu, pada beberapa kasus, penambahan karbon berlebih lewat molase justru menurunkan oksigen terlarut malam hari dan memicu stres ikan sebelum ditangkap.
Yang lebih penting pada fase ini: hentikan pakan 24-48 jam sebelum panen, pasang aerasi tambahan, dan cek suhu serta DO pagi-pagi buta. Langkah ini lebih berdampak langsung pada tingkat kelulusan hidup ikan saat transportasi.
Kesimpulan
Probiotik saat panen bukan kewajiban mutlak, melainkan keputusan berbasis kondisi. Pada kolam padat dan air bermasalah, lanjutkan dengan dosis terkontrol agar ikan lebih tahan stres. Pada kolam yang sudah stabil dan panen total dalam hitungan hari, hentikan dan fokus pada persiapan panen. Kuncinya bukan sekadar memberi atau tidak memberi, tetapi membaca parameter air dan kebutuhan ikan secara jujur.